Membahas Kartu Tani ??? Gapoktan Desa Ngadiroyo Adakan Pertemuan Dengan PPL Kecamatan Nguntoronadi

Ngadiroyo.sideka.id – Hari Rabu (7/11), Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Ngadiroyo adakan pertemuan dengan Kelompok Tani (Poktan) dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri di Balai Desa Ngadiroyo.

Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) merupakan kumpulan beberapa kelompok tani yang bergabung dan bekerjasama untuk meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha. Sedangkan Kelompok tani pada dasarnya merupakan organisasi non formal diperdesaan yang ditumbuhkembangkan “ dari, oleh dan untuk petani “. Di Desa Ngadiroyo terdapat 8 Kelompok Tani yang terdapat di masing-masing Dusun dan rutin melakukan pertemuan Kelompok Tani setiap bulan sekali.

Martono selaku Ketua Gapoktan Desa Ngadiroyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Hari ini adalah pertemuan Gapoktan untuk pertama kali nya setelah Saya menjabat sebagai ketua.”

Martono merupakan Ketua Gapoktan baru setelah menggantikan ketua Gapoktan sebelumnya yang dijabat oleh T. Sardi dari Dusun Pojok. Dan sampai saat ini beliau masih menjabat sebagai Sekretaris Kelompok Tani “Handayani II” di Dusun Rejosari.

Beliau juga menyampaikan hasil rapat di Pendopo Kabupaten Wonogiri mengenai Kartu Tani dan Pupuk Bersubsidi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

“Bupati Wonogiri memastikan untuk musim tanam yang akan datang pupuk dapat tercukupi. Jatah pupuk bagi petani sesuai dengan daftar di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Seluruh Gapoktan yang hadir sebenarnya menginginkan agar kartu tani tidak lagi digunakan oleh petani yang terpenting adalah tersedianya pupuk bagi para petani,” jelasnya.

Pengurus dari masing-masing Kelompok Tani di Desa Ngadiroyo yang mengikuti pertemuan Gapoktan dengan PPL Kecamatan Nguntoronadi.

Pertemuan yang dipimpin oleh Ketua Gapoktan yang merupakan Warga Dusun Rejosari RT. 01/03 tersebut, dihadiri oleh Sudarsono, S.TP. selaku Koordinator PPL beserta Parno selaku PPL di Desa Ngadiroyo bermaksud untuk membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pertanian dan Kartu Tani yang digunakan petani untuk membeli pupuk bersubsidi.

Mengingat akhir-akhir ini sudah mulai turun hujan sehingga sebentar lagi para petani akan memasuki musim tanam. Dan tentunya penggunaan pupuk merupakan faktor penting untuk meningkatkan hasil pertanian. Namun penggunaan Kartu Tani yang digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi oleh para petani dirasa belum sesuai yang diharapkan.

Kartu Tani adalah Kartu debit BRI co-branding yang digunakan secara khusus untuk membaca alokasi Pupuk Bersubsidi dan transaksi pembayaran Pupuk Bersubsidi di mesin Electronic Data Capture (EDC) BRI yang ditempatkan di Pengecer serta dapat berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya.

Saat ini pembelian pupuk tidak menggunakan uang secara tunai, tetapi petani terlebih dahulu harus men-deposit/menyetor uang di Kartu Tani yang selanjutnya dapat digunakan oleh petani untuk membeli pupuk bersubsidi di Pengecer/KPL yang ada di wilayahnya.

Selain kenaikan harga di tingkat petani karena pengecer menjual pupuk di atas HET (Harga Eceran Tertinggi), tarif gesek kartu tani yang dihitung tiap penggesekan kartu dirasa petani tidak lebih memudahkan tetapi lebih membebankan. Hal itulah yang menjadi permasalahan bagi para petani khususnya petani di Desa Ngadiroyo.

Martono (kiri) Ketua Gapoktan, Parno (tengah) PPL Desa Ngadiroyo dan Sudarsono, S.TP. Koordinator PPL Kecamatan Nguntoronadi.

Menganggapi hal tersebut Sudarsono selaku Koordinator PPL Kecamatan Nguntoronadi mengatakan bahwa “Sampai saat ini Kartu Tani masih digunakan untuk pembelian pupuk dan memang untuk pembelian pupuk dengan kartu tani dikenakan tarif gesek sebagai biaya administrasi. Namun kami selaku PPL tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme untuk tarif gesek dari masing-masing KPL/Pengecer yang di masing-masing KPL/Pengecer tarifnya berbeda-beda. Maka dari itu, untuk mengatasi hal tersebut, mari kita koordinasi untuk pembelian pupuk secara kolektif melalui ketua kelompok tani begitu juga ketika deposit uang ke Kartu Tani untuk dibayarkan di BRI secara langsung agar tidak dikenakan biaya administrasi.”

Sudarsono, S.TP. yang baru menjabat sebagai Koordinator PPL Kecamatan Nguntoronadi pada bulan Maret tahun ini menambahkan bahwa “Kami selaku PPL berencana akan mengadakan pertemuan dengan Pihak BRI, KPL/pengecer, Gapoktan dan Camat Nguntoronadi agar permasalahan Kartu Tani dapat terselesaikan dengan mendapatkan satu kesepakatan.”

Apa yang disampaikan oleh Koordinator PPL tentunya menjadi harapan para petani di Desa Ngadiroyo. Semoga apa yang diinginkan petani segera terwujud dan pihak-pihak terkait memberi kemudahan bagi para petani khususnya petani Desa Ngadiroyo.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan