“PENYULUHAN PTSL 2019”, Pembuatan Sertifikat Tanah dengan Mudah, Murah dan Cepat

ngadiroyo.sideka.id || Desa Ngadiroyo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu Desa yang beruntung karena memperoleh kesempatan untuk mengikuti program dari Pemerintah Kabupaten Wonogiri, yaitu sebagai lokasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun Anggaran 2019. Dalam rangka pelaksanaan kegiatan tersebut, diadakan Penyuluhan PTSL 2019 di Desa Ngadiroyo yang telah dilaksanakan pada hari Rabu siang, 13 Februari 2019 di Balai Desa Ngadiroyo.

Diketahui, PTSL adalah proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu. Melalui program ini, pemerintah memberikan jaminan kepastian hukum atau hak atas tanah yang dimiliki masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Ngadiroyo telah mengadakan pertemuan untuk membentuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang nantinya bertugas untuk menyampaikan berita yang di dapatkan dari pembekalan pengumpulan Data Yuridis PTSL 2019, membantu komunikasi ke Desa, serta yang bertugas membantu menginput data PTSL 2019. Dalam pertemuan itu, Kepala Desa juga menghimbau kepada Kepala Dusun (Kadus) untuk memberikan informasi terkait akan adanya penyuluhan PTSL di Desa Ngadiroyo kepada warga yang memiliki tanah yang masih letter c dan belum bersertifikat.

Pokmas dan Peserta Penyuluhan PTSL Tahun 2019 di Balai Desa Ngadiroyo.

PTSL yang populer dengan istilah sertifikasi tanah ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Selain itu nantinya masyarakat yang telah mendapatkan sertifikat dapat menjadikan  sertifikat tesebut sebagai modal pendampingan usaha yang berdaya dan berhasil guna bagi peningkatan kesejahteraan hidupnya.

Antusiasme warga Desa Ngadiroyo dengan adanya program ini cukup besar, dibuktikan dengan banyaknya warga yang hadir dalam acara Penyuluhan PTSL 2019 tersebut. Selain dihadiri oleh petugas dari ART/BPN (Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Wonogiri, penyuluhan PTSL 2019 ini dihadiri juga oleh RT setempat.

Mulyono selaku Kepala Desa Ngadiroyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Desa Ngadiroyo bersyukur mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program PTSL 2019 ini. Program ini diharapkan dapat diikuti oleh seluruh warga tanpa terkecuali yang memiliki tanah tapi belum bersertifikat atau masih letter c. Kepemilihan sertifikat merupakan hal yang penting karena selain untuk menjamin kepastian hukum yaitu sebagai bukti hak kepemilikan tanah, sertifikat tentu dapat digunakan masyarakat memperoleh penguatan modal hingga penguatan hukum untuk kegiatan usahanya”.

PTSL 2019, pembuatan Sertifikat Tanah yang masih berletter c.

Dalam kesempatan itu, warga Desa Ngadiroyo mendapatkan penjelasan terkait syarat dan ketentuan untuk mengikuti PTSL 2019 ini. Maryoto salah satu petugas dari ATR/BPN Kabupaten Wonogiri yang hadir dalam penyuluhan tersebut menyampaikan bahwa “Tahun 2019, Kabupaten Wonogiri mendapat jatah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebanyak 15 ribu bidang. Seluruh tanah berupa tanah pertanian atau tanah tegal, baik berupa warisan, hibah maupun waqaf yang masih letter c dapat diikutsertakan dalam program ini. Adapun syarat yang diperlukan untuk PTSL 2019 ini adalah fotocopy E-KTP, fotocopy KK, fotocopy Pipil/ SPPT dan fotocopy letter c”.

Setelah sambutan dan penjelasan dari petugas ATR/BPN, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada kesempatan ini digunakan oleh peserta yang hadir untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang belum atau kurang dipahami berkaitan dengan PTSL ini.

Perlu diketahui bahwasanya program PTSL ini gratis dalam arti gratis itu istilah lain adalah disubsidi pemerintah melalui APBN untuk biaya pengukuran dan pendaftaran.

PTSL itu tidak sepenuhnya gratis, karena ada beberapa item biaya yang harus dikeluarkan oleh pemohon. Antara lain biaya persiapan yang terdiri atas pembelian materai, patok, penyiapan dokumen, biaya operasional dan lainnya. Adapun biaya yang berkaitan dengan patok batas, meterai, dan pemberkasan menjadi tanggung jawab peserta. Setelah dimusyawarahkan dan disetujui antara peserta dan Pokmas disepakati biaya yang digunakan sebesar Rp. 350.000,-. Dan untuk pengumpulan berkas pendaftaran dikumpulkan selang 2 minggu setelah diadakan penyuluhan ini.

 

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan