First Time, Kegiatan Pemberdayaan KADARKUM Di Desa Ngadiroyo

ngadiroyo.sideka.id || Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Sadar Hukum / Kadarkum Tahun Anggaran 2019 yang dilaksanakan di 4 (empat) Desa dari 4 (empat) Kecamatan. Desa Ngadiroyo Kecamatan Nguntoronadi merupakan salah satu Desa yang ditunjuk sebagai lokasi untuk melaksanakan kegiatan ini. Sesuai jadwal, Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Sadar Hukum / Kadarkum Tahun Anggaran 2019 dengan Materi “Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak” ini, diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Ngadiroyo pada hari Senin (18/02/2019) bertempat di Balai Desa Ngadiroyo.

Kegiatan Kadarkum Tahun Anggaran 2019 dengan mengambil tema “Sistem Peradilan Pidana Masyarakat” tersebut didasari oleh beberapa hal yaitu :

  • Anak merupakan amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya.
  • Untuk menjaga harkat dan martabatnya, anak berhak mendapatkan perlindungan khusus, terutama perlindungan hukum dalam sistem peradlan.
  • Kasus kekerasan terhadap anak di Wonogiri mencapai angka yang tinggi di Jawa Tengah, baik sebagai korban maupun pelaku, sehingga anak berhadapan dengan hukum.
  • Masyarakat belum secara komprehensif memahami regulasi perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum.
Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Sadar Hukum Tahun 2019, Senin (18/02/2019) di Balai Desa Ngadiroyo.

Dalam Kegiatan Kadarkum tahun 2019, Desa ngadiroyo menghadirkan peserta sebanyak 50 (lima puluh) orang, yang terdiri dari unsur perwakilan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, BPD, Babinsa, dan Babinkamtibmas Desa Ngadiroyo, tokoh masyarakat, dan perwakilan Guru dari Sekolah yang berada di Desa Ngadiroyo. Untuk narasumber terdiri dari Pengadilan Negeri Wonogiri dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Sadar Hukum yang bersumber dari APBD Kabupaten Wonogiri Tahun Anggaran 2019 ini bermaksud untuk memperikan penyuluhan hukum terkait sistem peradilan pidana anak dan permasalahan masyarakat di bidang hukum pada umumnya. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Sadar Hukum yang pertama diselenggarakan ini bertujuan agar masyarakat patuh dan taat hukum berlaku secara tertib dan teratur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sistem peradilan Pidana Anak (SPPA) merupakan keseluruhan proses penyelesaian perkara anak yang berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan sampai dengan tahap pembimbingan setelah menjalani pidana. Dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang SPPA ini, anak sebagai pelaku tindak pidana. Menangani kasus hukum pidana yang terdakwanya adalah seorang anak tentunya berbeda dengan menangani kasus hukum pidana pada orang dewasa. Hal ini dikarenakan dalam menangani kasus hukum pidana pada anak harus mengutamakan kondisi psikis/kejiwaan anak, dimana kondisi psikis anak masih labil.

Peserta mengikuti Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Sadar Hukum dengan Materi Sistem Perlindungan Pidana Anak (SPPA).

Undang-Undang SPPA merupakan regulasi untuk menggerakkan sistem hukum perlindungan anak yang berkeadilan. Sebaik apapun regulasi, namun akan sangat bergantung pada hakim, dengan otoritasnya sebagai pencipta putusan terabik bagi anak. Dan hakim anak berkewajiban secara hukum dan moral untuk menjaga prinsip perlindungan kepentingan terbaik bagi anak, sebagai penerus bangsa.

Dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat sadar hukum ini, pemerintah berharap peserta yang hadir dapat memahami serta dapat mengimplementasikan hal hal terkait hukum khususnya hukum pidana pada anak sehingga dapat memberi pengertian kepada anak mana hal yang benar dan mana yang salah. Peran orang tua ketika anak dirumah, peran Guru ketika anak di sekolah dan peran masyarakat ketika anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah perilaku anak yang dapat mengakibatkan kasus hukum. Semoga kasus kasus kejahatan yang melibatkan anak baik sebagai pelaku maupun menjadi korban dapat diminimalisir karena anak-anak merupakan generasi bangsa yang perlu kita bimbing dan kita lindungi.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan