WASPADAI DBD, Pemerintah Desa Ngadiroyo Pasang MMT Ajak Warga Cegah DBD

ngadiroyo.sideka.id || Ketika memasuki musim penghujan selain dikaitkan dengan bencana banjir dan longsor, seringkali dikaitkan dengan penyakit yang satu ini, yaitu DBD (Demam Berdarah Dengue). Demam berdarah dengue (DBD) adalah demam yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Meskipun penyakit ini tidak hanya terjadi di musim penghujan saja melainkan juga dapat terjadi di musim kemarau, namun ketika musim penghujan tiba potensi yang diakibatkan lebih tinggi dikarenakan penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini bisa tumbuh subur di genangan air. Oleh sebab itu masyarakat harus selalu waspada terhadap penyakit ini dengan mengetahui cara-cara pencegahannya.

Pemasangan MMT Waspadai DBD di Halte Desa Ngadiroyo, Jumat (1/3).

Seperti Jumat (1/3) kemarin, Pemerintah Desa Ngadiroyo mengadakan pemasangan MMT untuk mewaspadai penyakit DBD di depan Kantor Desa dan di beberapa titik lokasi strategis. Beberapa lokasi strategis pemasangan MMT waspada DBD tersebut diantaranya di Halte Desa Ngadiroyo, lapangan Desa Ngadiroyo hingga Rumah Kadus (Kepala Dusun). Pemasangan MMT ini bertujuan untuk mengajak warga masyarakat sekitar untuk mencegah/menghindari penularan DBD pada musim penghujan dengan segera melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) setiap jumat secara serentak, lebih waspada terhadap penyakit DBD, bila panas atau demam agar segera periksa ke Puskesmas dan PSN merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mencegah DBD. Meskipun sampai saat ini belum ada kasus DBD yang terjadi di Desa Ngadiroyo, namun masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap penyakit ini.

Pemasangan MMT Waspadai DBD di Dekat Lapangan Desa Dusun Tritis Desa Ngadiroyo.

PSN atau pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan dengan 3M yaitu Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air, dan Mengubur barang bekas. Selain itu ada beberapa cara untuk menghindari demam berdarah yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk pembawa virus dengue tersebut, yaitu : menggunakan baju berlengan panjang dan menutupi tubuh, menggunakan lotion anti nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk bakar atau elektrik di dalam ruangan pada siang hari, pakaikan kelambu anti nyamuk pada bayi agar tidak tergigit nyamuk, pastikan tubuh selalu fit, karena jika tubuh kurang fit maka akan lebih cepat terinfeksi gigitan nyamuk.

Sebelumnya, melalui pertemuan rutin Kader Kesehatan Desa Ngadiroyo, Tatik selaku Bidan Desa Ngadiroyo mengimbau kepada kader agar mengajak warga sekitar untuk melakukan PSN setiap hari jumat. Selain itu kader juga melakukan PJB (Pemeriksaan Jentik Berkala) dengan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengecek gentong atau tempat penamungan air. Dalam pertemuan rutin TP PKK Desa, ketua dan pengurus juga menyampaikan hal-hal terkait cara-cara mencegah DBD kepada anggota untuk bisa diterapkan di rumah dan di lingkungan sekitarnya.

Pemasangan MMT waspadai DBD di Depan Rumah Sigit Purwanto di Dusun Srayu selaku Kadus Dusun Srayu dan Dusun Ngelo.

Dan perlu diketahui gejala demam berdarah dimulai sekitar empat sampai sepuluh hari setelah mendapat gigitan dari nyamuk Aedes aegypti. Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai seperti demam tinggi mendadak (demam DBD bisa mencapai 40 Celcius), nyeri pada otot, sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata, mual dan muntah, serta kelelahan. Gejala-gejala tersebut perlu diperhatikan dan harus segera menerima penanganan secepatnya. Sebab bila sudah muncul ruam merah pada kulit, bukan hanya pada wajah tetapi juga bisa muncul pada bagian telapak tangan atau bawah kaki atau bagian tubuh lainnya, maka ini artinya DBD sudah memasuki fase kritis.

Hal ini bisa menyebabkan masalah serius bila tidak ditangani dengan segera, seperti terjadinya komplikasi langka yang ditandai dengan kerusakan pada getah bening dan pembuluh darah, pendarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, dan kegagalan sistem peredaran darah. Gejalanya bisa bertambah parah dan menyebabkan pendarahan hebat, shock, dan kematian. Kondisi ini disebut dengan Dengue Shock Syndrome (DSS). Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih berisiko memiliki kondisi yang lebih parah ketika mereka terinfeksi demam berdarah.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan