Sosialisasi Pemilu 2019 Dari RELASI KPU Di Pertemuan TP PKK Desa Ngadiroyo

ngadiroyo.sideka.id || RELASI KPU (Relawan Demokrasi Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Wonogiri mengadakan sosialisasi Pemilu (Pemilihan Umum) Tahun 2019 kepada ibu-ibu PKK saat pertemuan rutin TP PKK Desa Ngadiroyo pada hari Kamis (14/3) di Balai Desa Ngadiroyo.

Pertemuan TP PKK Desa Ngadiroyo diadakan rutin setiap bulan dengan dihadiri oleh ibu-ibu dari perwakilan masing-masing PKK Dusun. Pertemuan rutin yang biasa dimulai pada pukul 13.00 WIB itu dimulai dengan acara sambutan, dilanjutkan dengan pengisian atau musyawarah, arisan, pengundian hadiah hadir dan penutup.

Namun sebelum acara pertemuan rutin TP PKK setiap tanggal 14 itu ditutup, RELASI KPU yang diwakili oleh Meylisa Wulan Anggraeni dan PPK Kecamatan Nguntoronadi yang diwakili oleh Ahmad Sarif Hidayat menyampaikan hal-hal berkaitan dengan cara pencoblosan pada Pemilu yang akan datang kepada ibu-ibu PKK yang hadir.

RELASI KPU mengadakan sosialisasi terkait cara pencoblosan “susu” atau surat suara yang akan digunakan saat Pemilu Legislatif (Pileg) dan sekaligus bersamaan dengan Pemilu Presiden (Pilpres) yang akan datang tepatnya pada hari Rabu, 17 April 2019.

RELASI KPU saat memberikan Sosialisasi Pemilu kepada Ibu-ibu PKK Desa Ngadiroyo, Kamis (14/3/2019) di Balai Desa Ngadiroyo.

Seperti yang dijelaskan oleh Meylisa selaku RELASI KPU bahwa untuk pencoblosan pada pemilu legislatif tahun ini masing-masing pemilih akan mendapatkan sebanyak 5 (lima) surat suara yang harus dicoblos.

“Di dalam TPS (Tempat Pemungutan Suara) kita akan diberikan 5 (lima) surat suara oleh KPPS (Kelompok Panitia Pemungutan Suara) dengan warna kertas yang berbeda. Yang pertama kertas suara warna hijau untuk memilih DPRD Kota / Kabupaten, yang kedua kertas suara warna biru untuk memilih DPRD Provinsi, yang ketiga kertas suara warna merah untuk memilih DPD RI, yang keempat kertas suara warna kuning untuk memilih DPR RI dan yang kelima kertas suara warna abu-abu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden”, jelas Meylisa.

Dengan membawa contoh surat suara, Meylisa menjelaskan kepada ibu-ibu PKK Desa Ngadiroyo cara mencoblos surat suara agar surat suara agar tidak salah dan surat suara sah.

Meylisa dari RELASI KPU (memegang mic) saat memberikan Sosialisasi Pemilu tentang cara pencoblosan surat suara di TPS.

“Perlu ibu-ibu ketahui ada beberapa cara mencoblos surat suara yang nantinya akan ibu-ibu terima di TPS, yaitu pertama adalah mencoblos satu kali pada nomor, nama, foto pasangan calon, atau tanda gambar partai politik pengusul dalam satu kotak pada surat suara untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, kedua adalah mencoblos satu kali pada nomor atau tanda gambar partai politik, dan/atau nama calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota untuk Pemilu anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kab/Kota, dan ketiga mencoblos satu kali pada nomor, nama, atau foto calon untuk Pemilu anggota DPD”, imbuh perempuan asal Desa Semin tersebut.

Sosialisasi tentang pencoblosan surat suara yang akan digunakan oleh pemilih saat pencoblosan nanti sangatlah penting. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan warga masyarakat khususnya ibu-ibu PKK dapat menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos surat suara dengan benar (sah). Dan diharapkan ibu-ibu PKK dapat mensosialisakan kepada seluruh keluarga, para tetangga/warga dan masyarakat lainnya, supaya jangan salah mencoblos pilihan dan mengurangi suara tidak sah.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan