Murid-murid SD antusias ikuti sosialisasi jumantik cilik oleh ibu kades

ngadiroyo.sideka.id || TP PKK Desa Ngadiroyo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Sosialisasi Jumantik Cilik kepada murid-murid SD Negeri Ngadiroyo, pada hari Jumat (5/4/2019) pagi. Sosialisasi Jumantik cilik ini merupakan gebrakan baru yang diprogramkan oleh Ibu Bupati Wonogiri Verawati Joko Sutopo selaku ketua TP PKK Kabupaten. Program Jumantik Cilik ini didasarkan pada semakin meningkatnya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Kabupaten Wonogiri.

Juru Pemantau Jentik (Jumantik) adalah anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya. Mereka memiliki tanggung jawab untuk mendorong masyarakat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. Jumantik berperan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menghadapi demam berdarah dengue (DBD).

Ninik Indriati (Ketua TP PKK) saat memberi Sosialisasi Jumantik Cilik kepada murid-murid SDN Ngadiroyo, Jumat (5/4/2019).

Selama ini jumantik yang ditunjuk dan diberi tugas untuk memantau jentik nyamuk dari rumah ke rumah masih sebatas dilakukan oleh orang dewasa. Namun mengingat sampai saat ini kasus DBD khususnya di Kabupaten Wonogiri semakin meningkat dan sulit untuk dikendalikan maka harus ada upaya yang harus dilakukan. Salah satunya melalui TP PKK Kabupaten dengan memprogramkan kegiatan baru yaitu sosialisasi Jumantik cilik yang serentak diselenggarakan di seluruh SD melalui TP PKK Desa.

Diadakannya kegiatan sosialisasi Jumantik cilik ini dimaksudkan untuk mengajak murid-murid SD menjadi Jumantik. Para murid SD seluruhnya bisa jadi juru pemantau jentik dan mampu menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing, baik di dalam sekolah,di luar sekolah maupun di lingkungan rumah. Dengan dibentuknya Jumantik Cilik diharapkan murid-murid dapat ikut bertanggung jawab melakukan PSN sehingga dapat mengurangi jumlah kasus DBD.

Murid-murid SDN Negeri Ngadiroyo sangat antusias saat mengikuti Sosialisasi Jumantik Cilik, Jumat (5/4/2019).

Sosialisasi Jumantik Cilik yang diselenggarakan di SD yang terletak di samping Lapangan Desa itu dihadiri oleh Mulyono selaku Kepala Desa, Ninik Indriati selaku Ketua TP PKK dan Siti Aswiroh selaku Pokja IV serta 2 orang Bidan dari Puskesmas Nguntoronadi II. Kedatangan Tim sosialisasi ini disambut baik oleh Supardi, S.Pd. selaku Kepala Sekolah dan seluruh Guru serta Karyawan di satu-satunya SD yang ada di Desa Ngadiroyo tersebut.

Mengawali kegiatan sosialisasi Jumantik Cilik itu, Ninik Indriati selaku Ibu Kepala Desa sekaligus Ketua TP PKK Desa Ngadiroyo mengajak seluruh murid untuk bernyanyi bersama dengan judul wiwit aku isih cilik. Selanjutnya perempuan 39 tahun itu menjelaskan kepada murid-murid mengenai pengertian Jumantik dan DBD, ciri-ciri nyamuk DBD, gerakan PSN, ciri-ciri penyakit DBD hingga cara mengatasi gigitan nyamuk. Murid-murid mengikuti sosialisasi dengan sangat antusias terlebih dengan melihat materi yang ditampilkan melalui layar proyektor.

Murid SDN Ngadiroyo Praktek Jumantik bersama Siti Aswiroh selaku Pokja IV TP PKK Desa Ngadiroyo, Jumat (5/4/2019).

Setelah diberikan penjelasan, Ninik mengajak masing-masing ketua kelas untuk praktek menjadi jumantik dengan mengamati jentik di Kamar Mandi Sekolah. Dalam kegiatan ini anak-anak dipandu oleh Siti Aswiroh selaku Pokja IV yang membidangi bidang kesehatan dan sudah mendapatkan pelatihan khusus jumantik. Murid-murid diajak untuk mengamati jentik di bak Kamar Mandi menggunakan senter. Dari kegiatan itu dipastikan tidak ada jentik di seluruh bak kamar mandi murid maupun Guru. Kegiatan Sosialisasi yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut ditutup dengan menyanyikan lagu Jumantik Cilik bersama-sama.

Dengan sosialisasi ini, TP PKK dan bidan desa berharap agar murid-murid dapat menjadi jumantik di lingkungan sekolah dengan melaporkan kepada Guru atau penjaga sekolah jika menemukan jentik. Dalam sosialisasi ini juga diharapkan dapat menanamkan pentingnya perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) pada anak sedini mungkin. Sehingga diharapkan lebih memudahkan dalam pengendalian dan pencegahan DBD dan kasus DBD dapat diminimalisir.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan