Halal bi halal pemerintah desa ngadiroyo bersama lembaga dan tokoh masyarakat

Penampilan Musik Hadroh Zainul Muttaqin dari Dusun Tritis saat acara Halal bi Halal Pemerintah Desa Ngadiroyo, Lembaga dan Tokoh Masyarakat, Sabtu (15/06/2019).

ngadiroyo.sideka.id || Dalam momen perayaan Idul Fitri 1440 H/2019 M ini, Pemerintah Desa Ngadiroyo menyelenggarakan acara Halal bi Halal. Acara halal bi halal diselenggarakan oleh Pemerintah Desa bersama lembaga Desa dan tokoh masyarakat. Acara Halal bi halal tersebut diselenggarakan di Balai Serba Guna Desa Ngadiroyo, pada Sabtu (15/06/2019) pagi.

Acara Halal bi Halal sebagai momen untuk saling memaafkan ini selain dihadiri oleh Lembaga Desa yang terdiri dari BPD, LPM, TP PKK, KPMD, RT, dan RW juga di hadiri oleh tokoh masyarakat dari masing-masing Dusun. Acara ini bermaksud untuk ajang silaturahmi sekaligus saling memaafkan antara Pemerintah Desa dengan Lembaga dan tokoh masyarakat yang telah bersama-sama bekerja untuk membangun Desa Ngadiroyo. Dan tentunya dalam menjalin kerjasama tidak luput dari kesalahan baik tutur kata maupun perbuatan.

BPD, LPM, TP PKK, KPMD, Karang Taruna, RT, RW dan Tokoh Masyarakat hadir dalam acara Halal Bi Halal Pemerintah Desa Ngadiroyo di Balai Serba Guna, Sabtu (15/06/2019).

Mengawali acara Halal bi Halal, Kelompok Musik Hadroh Zainul Muttaqin dari Dusun Tritis Desa Ngadiroyo menampilkan beberapa buah lagu. Musik Hadroh Zainul Muttaqin ini terbentuk setelah mendapatkan bantuan dari bidang pembinaan keagamaan berupa pembelian alat-alat hadroh dari APBDes Desa Ngadiroyo Tahun 2018 yang bersumber dari Dana Desa. Musik Hadroh Zainul Muttaqin yang baru sekitar 6 (enam) bulan berlatih mampu menunjukkan eksistensinya dan membuktikan bahwa bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Desa dilaksanakan dengan sebaiknya.

Darmo Sadiyo selaku Kasi Pelayanan Desa Ngadiroyo sekaligus sebagai Ketua Panitia Kegiatan Halal bi Halal tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Desa dalam menjalankan tugas selama ini baik dalam kata-kata maupun perbuatan banyak melakukan kesalahan. Oleh karena itu dalam acara ini sebagai momen untuk saling memaafkan atas segala kesalahan. Setelah acara sambutan, acara dilanjutkan dengan Ikrar Halal bi Halal oleh perwakilan Perangkat Desa yaitu Manodo Ari Subandrio (Kaur Perencanaan) dan Ari Mastuti (Kasi Kesra) yang diterima oleh Mulyono selaku Kepala Desa Ngadiroyo dan Martono selaku Ketua BPD.

Budi Utomo (kiri) saat mengisi tausiah dalam acara Halal bi Halal Pemerintah Desa Ngadiroyo bersama Lembaga dan Tokoh Masyarakat Desa Ngadiroyo.

Acara inti Halal bi Halal dilanjutkan dengan tausiah oleh Budi Utomo yang sekaligus menjabat sebagai ketua RW Dusun Ngadiroyo. Dalam kesempatan itu Budi Utomo menjelaskan makna dari Halal bi Halal yang merupakan budaya asli orang Indonesia. Sekilas kata Halal bi Halal terdengar seperti dari arab, namun Halal bi Halal ini muncul saat masa Pemerintahan Indonesia oleh Presiden Soekarno. Saat itu keadaan/kondisi bangsa Indonesia yang tidak kondusif karena mengalami perpecahan dengan adanya banyak politik yang bermunculan.

Sehingga melihat hal ini Soekarno meminta solusi kepada KH. Abdul Wahab Hasbulloh yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur. Beliau menyarankan untuk mengadakan acara Halal bi Halal yang identik dengan saling berjabat tangan untuk saling memaafkan antar sesama manusia. Hingga saat ini Halal bi Halal menjadi sebuah tradisi di indonesia saat Idul Fitri tiba. Setelah acara tausiah usai, acara di lanjutkan dengan penampilan Musik Hadroh Zainul Muttaqin. Setelah acara penutup, seluruh kepala Desa, perangkat desa beserta tamu yang hadir saling berjabat tangan untuk saling memaafkan segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja

 

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan