Cegah kekerasan dengan penyuluhan perlindungan perempuan dan anak

Penyuluhan Perlindungan Perempuan dan Anak Desa Ngadiroyo Tahun 2020.

ngadiroyo.sideka.id || Kamis (15/10/2020), Pemerintah Desa Ngadiroyo menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3A). Kegiatan P3A dari Dana Desa (DD) tersebut diselenggarakan di Gedung Serba Guna Desa Ngadiroyo. Kegiatan ini merupakan kegiatan kedua yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa di Bidang Pembinaan Masyarakat.

Dalam kegiatan penyuluhan ini, Pemerintah Desa bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) mengundang sebanyak 60 peserta yang terdiri dari :

  1. Forum Anak (Remaja Masjid, Remaja, Gereja, Karang Taruna)
  2. TP PKK (Pengurus Pawon Emak)
  3. KPM (Kader Pembangunan Manusia)
  4. RT/RW
  5. Tomas
Bayu (kanan) Kabid Dinas PPKBP3A Kabupaten Wonogiri hadir sebagai narasumber penyuluhan.

Di tengah pandemi Covid-19, kegiatan penyuluhan diselenggarakan dalam 2 sesi, yaitu:

  1. Sesi 1 (08.00-10.00 WIB)
  2. Sesi 2 (10.30-12.30 WIB)

Kegiatan penyuluhan diselenggarakan dalam 2 sesi dengan masing-masing 30 peserta setiap sesinya. Kegiatan penyuluhan ini diselenggarakan dengan metode diskusi kelompok. Setiap sesi dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 7-8 peserta. Pemerintah Desa menghadirkan narasumber dari Polsek Nguntoronadi, KUA Nguntoronadi dan Dinas PPKBP3A Kabupaten Wonogiri.

Bayu selaku Kabid dari Dinas PPKBP3A dalam sambutannya menyampaikan secara prosentase kasus kekerasan pada anak dan perempuan yang terjadi selama tahun ini. Bayu mengatakan bahwa ada beberapa tindak kekerasan maupun eksploitasi perempuan dan anak diantaranya :

  • Korban Kekerasan (Fisik, Psikis, Seksual)
  • Korban Bullying
  • Korban Eksploitasi Ekonomi maupun Seksual
  • Penelantaran
  • Anak berhadapan dengan hukum dan lainnya.
Kegiatan penyuluhan diselenggarakan dengan diskusi kelompok sebelum penjelasan oleh narasumber.

Korban kekerasan dan eksploitasi tersebut bisa terjadi dimanapun, diantaranya:

  • rumah tangga
  • sekolah
  • lingkungan kerja
  • lingkungan masyarakat
  • dunia maya/internet/medsos
  • lingkungan beresiko lainnya

Kekerasan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya, yaitu:

  1. Lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak
  2. Kemiskinan keluarga (banyak anak)
  3. Keluarga pecah (broken home), akibat perceraian. ketiadaan ibu dalam jangka panjang
  4. Keluarga yang belum matang secara psikologis, ketidakmampuan mendidik anak atau anak yang tidak diinginkan (unwanted child) atau anak lahir diluar nikah.
  5. Anak mengalami cacat tubuh, gangguan tingkah laku, autisme dan terlalu lugu
Pemaparan hasil diskusi oleh salah satu ketua kelompok.

“Agar kekerasan tidak terjadi, maka ada beberapa upaya pencegahan yang perlu dilakukan oleh keluarga maupun Pemerintah Desa”, jelas Bayu.

Adapun beberapa upaya pencegahan terutama pada anak diantaranya:

  • Bantu anak melindungi diri
  • Pembekalan ilmu bela diri
  • Memaksimalkan peran sekolah
  • Pendidikan budi pekerti
  • Laporan pihak berwajib

Sementara upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Desa yaitu dengan memaksimalkan Satgas PPA (Satuan Petugas Perlindungan Perempuan dan Anak). Satgas PPA yang telah dibentuk oleh Desa diharapkan dapat melaksanakan fungsi dan tugas dengan sebaik-baiknya. Semoga dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, perempuan dan anak Desa Ngadiroyo terhindar dari tindak kekerasan.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan