Bank sampah “Rejosari Sehat”, tingkatkan kebersihan lingkungan

Mulyono (Kepala Desa Ngadiroyo) saat hadir dalam pelaksanaan kegiatan bank sampah "Rejosari Sehat" yang bertempat di RT. 01/RW. 03 Desa Ngadiroyo.

ngadiroyo.sideka.id || Tahun 2020, APBDes Desa Ngadiroyo mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembangunan bank sampah. Untuk kegiatan pembangunan bank sampah ini, Pemerintah Desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 5.500.000,-. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) tahap III dan telah direalisasikan pada akhir Desember tahun lalu.  Dalam pembangunan bank sampah ini, Pemerintah Desa memilih 1 Dusun untuk dijadikan pilot projek. Dusun Rejosari RT. 01 merupakan lokasi yang dijadikan pilot untuk pembangunan bank sampah tersebut.

Kegiatan pembangunan bank sampah ini diawali dengan kegiatan sosialisasi yang diberikan kepada ibu-ibu Dusun Rejosari RT. 01. Sosialisasi yang diberikan meliputi pengertian bank sampah, latar belakang, tujuan hingga manfaat dari bank sampah. Setelah kegiatan sosialisasi, selanjutnya dibentuklah pengurus bank sampah “Rejosari Sehat”. Ada sebanyak 12 anggota pengurus bank sampah “Rejosari sehat”.

Pengadaan barang untuk bank sampah “Rejosari Sehat” dari APBDes Desa Ngadiroyo Tahun 2020 yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Alokasi dana pembangunan bank sampah dari APBDes Desa Ngadiroyo tahun 2020 digunakan untuk biaya operasional dan pengadaan barang. Pengadaan barang terdiri dari pembelian timbangan, keranjang, karung hingga tali rafia. Timbangan digunakan untuk menimbang sampah, keranjang digunakan untuk tempat memilah sampah sesuai jenisnya, karung digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara sampah dan tali rafia untuk mengikat sampah.

Pembangunan bank sampah ini bertujuan untuk mengumpulkan sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga tersebut kemudian dipilah-pilah sesuai jenisnya. Pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Dengan adanya bank sampah ini diharapkan dapat mengurangi sampah rumah tangga sehingga dapat meningkatkan kebersihan lingkungan serta menambah nilai ekonomis sampah.

Pengurus bank sampah “Rejosari Sehat” Dusun Rejosari RT. 01 Desa Ngadiroyo.

“Saat ini sampah rumah tangga yang dihasilkan tiap rumah cukup banyak. Penggunaan kemasan plastik pada produk rumah tangga tentunya menghasilkan sampah. Biasanya sampah yang sebagian besar berupa plastik hanya dibakar saja. Pembakaran sampah plastik justru dapat menjadikan polusi yang dapat mencemari lingkungan. Dengan adanya bank sampah “Rejosari Sehat” ini diharapkan sampah dapat dikelola dengan baik untuk menjaga lingkungan dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Sehingga selain meningkatkan kebersihan lingkungan juga dapat menambah nilai ekonomis sampah.”, jelas Sumarmi selaku Ibu Kadus Rejosari.

Saat ini kegiatan bank sampah “Rejosari Sehat” dilakukan secara rutin setiap bulannya. Kegiatan dilakukan secara bersamaan dengan kegiatan pertemuan dan arisan RT. 01 Dusun Rejosari. Pertemuan ibu-ibu pkk Dusun Rejosari RT. 01 diselenggarakan tanggal 1 setiap bulannya. Kegiatan tersebut diselenggarakan di rumah Ketua RT. 01 Dusun Rejosari. Ibu-ibu datang ke pertemuan dengan membawa berbagai jenis sampah rumah tangga. Berikut beberapa jenis sampah yang dapat dikelola di bank sampah yaitu

  • Kaleng dan alumunium
  • Kertas
  • Botol Kemasan
  • Plastik
  • Barang Elektronik
  • Botol Kaca Tembaga
Proses pemilahan sampah di bank sampah “Rejosari Sehat”.

Sampah rumah tangga yang dibawa ibu-ibu kemudian ditimbang dan dicatat dalam buku. Sesuai kesepakatan uang hasil penjualan sampah di tabung terlebih dahulu. Anggota dapat sewaktu-waktu mengambil uang pada tabungannya saat tabungannya sudah terkumpul banyak. Kemudian sampah dipilah-pilah sesuai jenisnya. Pemilihan sampah dilakukan oleh petugas pemilah. Sampah selanjutnya disimpan di dalam karung. Ketika sudah banyak sampah baru akan dijual ke pengepul sampah.

“Sampah yang dibawa oleh ibu-ibu kemudian dipilah-pilah sesuai jenisnya oleh seksi pilah-pilah. Kemudian sampah kita tumpuk sementara hingga jumlahnya cukup banyak. Jika jumlah sampah sudah cukup banyak kemudian kita jual kepada pengepul sampah. Kebetulan di Dusun sebelah ada pengepul sampah,” tambah Sumarmi.

Untuk saat ini sampah dijual ke pengepul sampah. Tetapi harapan ke depan, bank sampah “Rejosari Sehat” dapat memanfaatkan sampah untuk membuat kerajinan. Rencana ke depan pengurus akan melakukan study banding ke desa lain yang sudah maju bank sampahnya untuk belajar membuat kerajinan dari sampah. Dengan memanfaatkan sampah untuk kerajinan diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas serta nilai ekonomis sampah.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan